Tampilkan postingan dengan label info islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info islami. Tampilkan semua postingan
Assalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Coy!
baca juga sebelumnya
Part 3
Part 4

Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 5

Adegan Empat
Jangan Putus Asa, Harapan Itu Masih Ada

             Berikut ini saya akan coba memberikan solusi bagi mereka yang merasa pernah melakukan zina. Baik zina ‘ringan’ maupun zina yang ‘sebenarnya’. Apapun bentuk zina yang pernah kita lakukan, semua itu mengandung dan mengundang murka Allah. Kalau Allah sudah murka, Astaghfirullahal’adhim, akan bener-bener membuat hidup kita sengsara.
      Kesengsaraan dalam hidup sebagai bentuk hukuman Allah bagi manusia tidak selalu berwujud musibah, kesedihan, atau bencana lho! Hukuman Allah yang paling ngeri adalah jika kita melakukan kesalahan dan dosa, tapi Allah justru membiarkannya. Kita tak ditegurNya sama sekali. Sehingga kita nggak merasa melakukan kesalahan dan dosa. Akhirnya kita terus melakukan maksiat itu tanpa pernah merasa salah. Dan kita terus saja berdosa, berdosa dan berdosa.

Oleh karena itu, jika ada teguran dari Allah saat melakukan maksiat, di satu sisi kita harus segera bertaubat padaNya. Tapi di sisi lain kita juga harus bersyukur padaNya karena Allah masih mau memperhatikan dan menyayangi kita. Allah tidak ingin kita semakin terperosok dalam kenistaan yang pada akhirnya sangat merugikan kita sendiri. Subhanallah.
Nah, teman-teman yang sangat saya sayangi, kalau sekarang kamu semua merasa telah melakukan dosa kepada Allah, inilah saat yang paling tepat untuk kembali menjadi hamba Allah yang sesungguhnya. Jangan pernah menunda-nunda taubat dan kebaikan. Kematian datang begitu tiba-tiba yang tak akan bisa diperkirakan sebelumnya.
Memang sebagian dari kita sering sekali menunda-nunda kebaikan dan taubat. Padahal dia ngrasa kalau dosanya segunung dan katanya sich, “Aku nyesel banget kenapa berbuat hina dan bodoh?” Tapi anehnya kenapa nggak segera taubat? Kamu sering nggak ngalamin perasaan kayak gitu? Kalau memang pernah, eh sering, mari kita lihat apa kira-kira yang menyebabkan kita para manusia terhalang atau tidak bersegera bertaubat.

PENGHALANG-PENGHALANG TAUBAT
Apa saja ya kira-kira penghalang-penghalang taubat yang membuatmu tidak segera beranjak dari dosa-dosa zina?

#Anggap Enteng Dosa
Menganggap ringan dosa adalah bentuk kebodohan kita terhadap Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT. Karena sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika kita remehkan dan dilakukan terus-menerus. Sebaliknya tidak ada dosa besar jika bisa berhenti dan taubat darinya.
Orang yang meremehkan dosa-dosa kecil itu jelas secara kejiwaan nggak waras. Karena dia ngrasa hanya dosa kecil yang Allah pasti akan memaafkannya. Padahal menurut Ibnu Mas’ud, sahabat Nabi saw:  “Jangan kamu lihat besar kecilnya dosa, tapi lihatlah kepada siapa kamu berbuat dosa.”
Seolah-olah yakin banget kalau Allah pasti mengampuninya. Meski Allah itu Maha Pengampun, tapi dosa yang dilakukan secara sadar, sengaja dan terus menerus, akan membuat Allah murka.
Nabi Muhammad SAW sebagai idola kita juga bersabda: “Orang mu’min itu memandang dosanya seperti gunung yang seolah akan menimpanya. Sedang orang munafiq itu melihat dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya. Lalu ia menepisnya agar terbang.” (HR. Bukhari)
Nah, karena hanya menganggap kecil suatu dosa dan merasa pasti diampuni Allah, kita nggak merasa perlu bersegera bertaubat. Inilah hal pertama yang membuat orang terhalang dari bertaubat.

#Anggap Hidup Masih Panjang
Ini juga faktor yang membuat kita, anak-anak muda, menunda kebaikan, ibadah dan taubat. Kita menganggap masih muda, umur masih panjang dan berarti kesempatan taubat masih panjang.
“Nanti sajalah umur 40 tahun saya taks serius ibadah!”
“Oke nanti kalau saya dah nikah baru tak konsentrasi akhirat!”
“Sekarang kan masih 17 tahun, masak harus aktif beribadah? Pumpung muda brow!”
Padahal kematian itu tidak selalu berurusan dengan mereka yang sudah berumur 70 tahun, yang lagi sekarat di rumah sakit atau yang sedang menantang bahaya. Kematian itu urusan mereka yang bernyawa. Tua, muda, remaja bahkan anak-anak pun punya peluang sama untuk mati duluan. Termasuk mereka yang sehat, yang lagi belajar di kelas, sedang duduk-duduk manis di rumah sambil baca buku Apakah Bibirmu Masih Perawan? (he..he..), punya peluang mati yang sama dengan mereka yang sedang sakit berat sekalipun.
Dengan meyakini bahwa hidup kita tinggal hitungan jari saja, akan membuat kita bersegera bertaubat. Jangan-jangan, jangan- jangan, malaikat maut sudah di depan pintu kamarmu. Dan rasakanlah, malaikat maut itu memang selalu mengulurkan tangannya mau mencabut nyawamu! Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyyil ‘adhim.
  
#Terlalu Optimis Dengan Ampunan Allah
Namanya saja terlalu optimis, maka dia super yakin akan diampuni Allah. Sehingga waktu nglakuin dosa, di benaknya sudah terekam pernyataan, “Allah Maha Pengampun, InshaALLAH dosaku ini akan diampuniNya.”
Terlalu yakin dengan ampunan Allah sementara kita terus menerus melakukan kemaksiatan, itu sama artinya dengan mempermainkan dan meremehkan Allah. Kelakuan ini persis dengan kelakuan Yahudi yang oleh Allah diceritakan dalam Al Qur’an surat Al-A’raf 169 :“Mereka mengambil harta benda dunia yang rendah ini dan berkata kami akan diberi pengampunan.”
Nggak heran jika sebagian pelaku pacaran alias zina tangan, mata, telinga, tangan, kaki dan hati ini adalah dari kalangan yang ngerti agama. Tapi ya itu tadi, mereka merasa segala dosa ini masih kecil dan akan diampuni Allah SWT.

#Terlalu Pesimis Dengan Ampunan Allah
Ini kebalikan dengan yang terlalu optimis, tapi hasilnya sama, menunda-nunda taubat bahkan ngrasa nggak ada jalan lagi untuk bertaubat. Allah pasti nggak mungkin terima taubatku, karena dosaku sudah nggak bisa keitung lagi!
Sering sekali teman-teman muda yang curhat di Kafe Curhat KRC mengeluh susah keluar dari jerat nafsu. dia tahu itu salah dan ingin berhenti, tapi selalu terlintas di pikiran bahwa dosamu udah buanyaaak. Nggak mungkinlah Allah akan mengampunimu. Kalau begini, ya sudah sekalian ancur-ancurin saja!
Hati-hati Sayang, itu bisikan setan yang tidak menginginkan kamu menjadi baik. Jangan kamu terbujuk rayu setan. Lawan, lawan dan lawan! Jadi, pesimis terhadap ampunan Allah membuat sebagian manusia enggan untuk segera bertaubat meski tahu bahwa dosanya banyak.

#Berteman Dengan Lingkungan yang Buruk
Seperti yang di atas, sebenarnya pingiiiiin banget bertaubat. “Aku tahu betul ini zina Mas, tapi gimana ya?”
“Nyesel banget kalau ingat dosa-dosaku, ingin sekali berhenti dari semua ini. Tapi...
“Aku tuh mau banget taubat. Tapi aku nggak kuat diolok-olok temen-temen. Dianggap sok suci, sok alim, muna’, dsb!
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, meski nggak nyoba, bau harumlah yang kita dapatkan. Tapi jika berteman dengan tukang las, meski nggak nyoba ngelas, kita akan berasa panas. Betul nggak? Maksunya, siapa teman kita maka itulah kita.
Mulanya setelah ikut pengajian semangat kita meledak-ledak, ingin berubah, ingin taubat. Tapi begitu kembali ketemu teman-teman yang nggak pernah ikut pengajian, yang tentu saja nggak ada sama sekali semangat perubahan, kita kembali ikut lemes. Jadi nyetrum dah semangat lemes teman-teman ke kita. Bukan kita yang nyetrum mereka. Weleh. Inilah yang bisa membuat semangat taubat kita kembali melemah bahkan bisa-bisa hilang.
Itulah beberapa penghalang-penghalang taubat.
                Pinginnya setelah baca bab ini, kamu semua jadi bersemangat untuk menghentikan zinamu dan taubat kepada Allah SWT. Ingat, sebesar apapun dosa manusia, ampunan Allah jauh lebih besar lagi. Bahkan Allah sangat suka jika ada hambaNya yang kembali ke jalanNya.
“Dan bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran : 133)

BANGKITLAH
              Lalu gimana caranya taubat Mas? Demi Allah, aku benar-benar pingin bangkit dan berubah menjadi manusia yang di cintai dan di ridhoi Allahu Ta’ala. Bener, mau taubat nich?Alhamdulillah, semoga Allah memudahkan langkahmu menuju pintu taubat. Langkahnya?

#Ikhlas karena Allah
             Ya, kamu berhenti dari maksiat alias taubat semata-mata karena takut dengan Allah. Takut dengan amuk Allah yang Maha Dahsyat. Takut jika Allah menghukummu. Dan yang lebih penting bukan hanya takut pada Allah, tapi MALU pada Allah. Demikian banyak nikmat yang diberikan pada kita, bahkan tak terhitung, e.. lihat balasan kita! Bukannya  berterima kasih atau bersyukur, tapi malah jadi pembangkang. Malu, malu, maluuuu sekali.
           Taubat kamu bukan karena gara-gara ditinggal lari sang pacar yang meninggalkan luka di hati atau berhenti pacaran karena dimarahi ortu, tapi murni karena ingin kembali mengikuti ajaran Allah dan RasulNya yang jelas-jelas akan membahagiakan.
“Dan mereka tidak disuruh kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah: 5)

#Menyesal
Ya udah pastilah, namanya saja taubat, pasti ada unsur nyeselnya. Nggak mungkin disebut taubat kalau nggak ada nyeselnya dengan perbuatan zina selama ini. Bahkan sebab-sebab munculnya keinginan taubat itu karena adanya perasaan menyesal terhadap perbuatan zina dengan segala modelnya selama ini yang kita lakukan.
Penyesalanmu murni karena kamu sadar ini salah, dosa. Kamu nyesel banget, karena ini sudah melanggar larangan Allah SWT, Zat yang selama ini memberimu kehidupan. Kamu juga nyesel karena perbuatan gaul bebas ini sebenarnya hanya dilakukan oleh binatang.

#Menjauhi Dosa dan Kemaksiatan
Bukti bahwa kamu menyesal dengan perbuatan dosa selama ini adalah meninggalkan sejauh-jauhnya perbuatan zinamu itu. Bohong jika ngaku nyesel tapi masih aja pacaran dengan segala modelnya. Bahkan bukan hanya pacaran yang harus kamu tinggalin, tapi segala hal yang bisa membuatmu memasuki wilayah nafsu birahi juga harus kamu tinggalkan sejauh-jauhnya. Ini kalau penyesalanmu serius and jujur lho!

#Sholat Taubat
Sebagai bentuk permohonan ampun atas segala dosa kita selama ini kepada Allah adalah dengan melakukan sholat taubat. Yaitu sholat dua rakaat memohon ampun atas segala dosa-dosa yang kita lakukan. Waktu terbaiknya adalah saat ini juga segera lakukan or 1/3 malam akhir, sekitar jam 01.00-04.00 WIB (menjelang shubuh). Karena di waktu itu Allah turun ke langit dunia dan berfirman, “Siapa yang minta ampunan kepadaKu walau dosanya sebanyak buih di lautan akan Kuampuni...”
Lakukanlah sholat taubat ini. Pasrahkan semua pada Allah. InshaALLAH, Allah kan ampuni dosa-dosa kita.

#Mengisi Sisa Usia dengan Amal Sholeh
Nah, sebagai bukti terbaik dan terpercaya bahwa kamu memang nyesel dan bertaubat adalah kamu mengisi hari-harimu dengan amal-amal sholeh yang diridhoi Allah SWT. Kerjakanlah apa-apa yang diperintahkan dalam Islam dan jauhi semampumu apa yang dilarang Islam.
Isi sisa hidupmu yang tak tahu kapan akan berakhir ini, dengan hal-hal yang bermanfaat. Jadilah orang yang selalu dirindui masyarakat karena peran positif kita. Bukankah Rasulullah sampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya? Oke, jadikanlah dirimu manusia yang terbaik di sisa usiamu.

#Bergaullah Hanya dengan Teman yang Baik
Kamu hanya bisa menjaga semangat taubatmu jika kamu bergaul dengan teman-teman yang baik. Karena sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu mengingatkan jika kita melakukan dosa dan kesalahan. Artinya jika kita mungkin na’udzubillah-melakukan lagi kesalahan, teman-temanmu yang baik-baik itu segera mengingatkanmu. Bukannya mereka sirik padamu, tapi karena begitu sayang padamu yang tidak ingin kamu tergelincir lagi. Inilah enaknya punya lingkungan yang sholeh.
So, tinggalkan lingkungan dan teman-teman lamamu yang suka mengajak pada keburukan. Tentu maksud ditinggal disini bukan bermaksud untuk memutuskan silaturahim, tapi yang kita tinggalkan adalah kebiasaan buruknya. Akan lebih hebat lagi kalau mampu mengajak mereka mengikuti jalanmu sekarang. Dahsyat Man!
Itulah cara-cara bertaubat yang bisa kamu kerjakan jika ingin kembali menjadi manusia normal di mata Allah SWT. Selamat untuk kamu semua. Saya berdo’a semoga taubat kita diterima Allah SWT dan dipertemukan bersama di surgaNya. Amiiin              


Assalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Coy!
baca juga sebelumnya

Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 4

Adegan Tiga
Menjaga Kesucian Cinta

Betul.  Biarkan cinta tetap putih. Biarkan kuncupnya mekar menjadi bunga. Begitu kata Bang Anis Matta. Kalau dalam bahasa saya mari kita jaga kesucian cinta. Jangan sampai anugerah Allah SWT yang bernama cinta, yang menjadikan dunia ini colorful ‘n wonderful, kita kotori dengan hal-hal yang merusak kesucian cinta. Walau dalihnya sebagai bukti cinta. Cinta itu punya banyak definisi. Dia punya banyak arti. Bahkan saking luasnya makna cinta banyak yang menyarankan agar cinta tidak didefinisikan. Biarkan cinta bekerja sesuai karakternya. Tambah bingung kan? Memang harus gitu kalau menjelaskan tentang cinta. Pakai sedikit ilmu pil syahwat eh.. filsafat, puitis dan romantis. Nah, agar kamu nggak tambah semakin bingung, disini nanti kita akan berbicara masalah kesucian cinta untuk meluruskan beberapa kejadian "mengerikan" di adegan-adegan terdahulu.

Hampir semua kasus di atas, mengenai bebasnya gaya pacaran dan pergaulan, sebenarnya disebabkan kesalahan memandang dan mengartikan cinta. Misalkan beberapa kasus tentang seringnya wanita jadi obyek nafsu pacarnya. Meski risih dan merasa kecewa dengan cowoknya karena hanya minta cium dan raba saja, tapi sang cewek mengaku kalau masih mencintai dan menyayanginya. Cinta buta kan? Maka mari bersihkan cinta agar kita benar-benar bisa merasakan the miracle power of love.

AGAR CINTA BERSEMI INDAH
Ini memang salah satu judul buku buah pena penulis ngetop, Ust. Fauzil ‘Adhim, S.Psi. Dan kalimat ini memang sangat luar biasa. Siapa sih yang tidak ingin cintanya bersemi indah? Kamu pasti juga menginginkannya. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana memahami dan menjaga agar cinta tetap bersemi indah? Banyak yang beranggapan dengan mempersering melakukan hubungan intim, maka pacaran akan awet dan semakin lengket. Dengan demikian cinta bisa bersemi indah. Bagaimana bentuknya? Semua sudah kamu baca di atas dalam ngintip teman-teman yang lagi pacaran yuuk...!
Kalau ada cowok bertemu ceweknya truzz..nyosor saja, dengan alasan sebagai bukti cinta, jelas dia memang tipe cowok maco. Cowok jantan lagi keren maksudnya? Oh..no..no.. tapi cowok maju congornya (bibirnya). Sorry kasar! Tapi gimana lagi? Untuk menggambarkan cowok yang hanya mengandalkan nafsunya, kalimat itu terasa pas kok!.
Cinta memang benar-benar akan bersemi indah kalau kita bisa menjaganya agar tetap bersih dan suci. Dan akan senantiasa menjaga dan melindungi agar kekasihnya tetap suci. Dia berusaha sekuat daya menahan nafsunya untuk tidak menjamah pacarnya. Sebab dia ingin cintanya suci dan putih. Sebab dia ingin benar-benar mencintai kekasihnya luar dalam. Bukan cinta yang didasari nafsu. Bohong besar, jika dia mencintai kamu tapi kok mintanya ituuu mulu. Jelas dia hanya mencintai tubuhmu bukan mencintaimu seutuhnya. Ingat baik-baik, Coy!
Satu kasus. Setelah mengisi suatu acara remaja, saya didatangi seorang cewek untuk curhat. Cewek itu bingung gimana cara mutus pacarnya. Karena baru tiga hari jadian sudah minta cium, pegang sana, pegang sini, eh...pake maksa lagi. Cinta apa ini? Jelas ini bukan cinta tapi nafsu murahan yang dibungkus atas nama, “Aku mencintaimu.” Atau lebih tepatnya, “Aku mencintai bibir dan dadamu.”
Oleh karena itu, sekali lagi, agar cintamu bersemi indah, jangan main-main dan kamu obral murah cintamu. Cinta yang harusnya membuat dunia colorful and wonderful hanya akan membuat duniamu menjadi muram, rumit, kehilangan gairah hidup, dan sad ending jika hanya dilandasi nafsu. Cipika cipiki saja. Jika ketemu hanya sex yang jadi temanya, nggak ada tema lainnya. Nggak kreatif, norak, kampungan, katrok!!

BIARKAN KUNCUPNYA MEKAR MENJADI BUNGA
             Sangat tepat. Kalau ingin memetik dan merasakan keindahan bunga, jangan pernah sekali-kali memetiknya ketika masih kuncup. Walau diri pingiin banget mendapatkannya, meski memang sangat indah, jangan sekali-kali memetiknya dulu. Ketika kamu petik waktu kuncup, jelas kamu akan kehilangan bunga selama-lamanya.
             Maksudnya gini lho! Sekarang dalam keadaan muda dan tegangan tinggi, jelas nafsu ingin ketemu mangsanya, dan mangsa itu bertebaran di mana-mana. Bagi yang punya pacar jelas mangsanya ya pacaranya itu (Eit... jangan marah, jujur aja lagi). Kalau kamu nekat melakukan hubungan mesra dengan pacar kamu, mulai pegangan, ciuman sampai persetubuhan, berarti kamu telah kehilangan bunga yang sangat indah pada dirimu dan pasangamu. Ingat, bunga itu tak akan pernah bisa mekar lagi seperti sedia kala. Penyesalan amat sangat yang pasti akan kamu rasakan.
Untuk menggambarkan agar mudah begini analoginya: Kamu punya pohon mangga yang empat bulan lagi akan dipanen. Waktu masih pencit (muda) rasanya masam sekali kan? Meski kamu ingin sekali menikmatinya, kamu tentu pikir-pikir dulu untuk memetik dan memakannya. Kamu pasti bersabar menunggu empat bulan lagi untuk memastikan mangga itu masak dulu. Rasanya pasti jauh lebih manis dan nikmat. Tapi coba kalau kamu ambil waktu masih pencit. Ada satu langsung ambil, trus dimakan. Uh... nggak enak, kecut, bisa-bisa perut mules!
Itulah perumpamaan bagi kamu yang masa mudanya nggak bisa menahan nafsu. Dengan dalih cinta, dia ambil kuncup yang belum sempat mekar jadi bunga dari kekasihnya. Dengan alasan cinta dia petik pencit yang belum jadi mangga yang masak. Dan sayangnya, si kekasih iyaaaa... saja saat kuncupnya dipetik dan dinikmati. Kamu harus ingat, kalau sembrono, kamu akan kehilangan bunga selama-lamanya. Kalau bunga keperawanan dan keperjakaan kamu hilang, apa yang bisa kita banggakan dalam hidup ini? Mungkin secara fisik nggak kelihatan kalau sebagian anggota tubuhmu sudah banyak yang menggerayangi. Wajah kamu mungkin juga masih bisa berbohong menunjukkan kesucian. Tapi hati kamu dan Allah bisa kamu bohongi?
Repotnya, sekarang nih bukan hanya cowok yang lebih dulu berinisiatif, tapi sering juga sang cewek yang lebih agresif. Kata temen-temen di ujung gang, cewek sekarang rata-rata dermawan, suka memberi. Tanpa diminta pun kita bisa menikmati tubuhnya. Kalau dulu pepatah bilang kumbang mencari bunga, sekarang nggak berlaku lagi. Yang berlaku justru bunga menjebak kumbang.
Contoh kasus: Sebut saja namanya Indra. Dia baru SMA kelas dua. Kira-kira 17 tahunan lalu. Suatu saat dia curhat ke Kafe Curhat Klub Remaja Ceria. Dia bilang kalau peluk, cium, dan .... (sensor) udah biasa. Alasan cuman satu: Kami saling menyayangi. Sebenernya mereka mengerti kalau perbuatan mereka salah dan pingin bertobat. Tapi masalahnya mereka merasa susah berhenti. Jangankan berhenti, bahkan mereka selalu menemukan “inovasi baru” jika bertemu. He..he.. emang motor selalu berinovasi? Coba kamu pikirkan. Masih kuncup sudah dipetik, kapan bunganya akan mekar?

SAVE YOUR LOVE
            Banyak yang belum bisa memisahkan antara cinta dan nafsu. Tentu keduanya bisa sama, bisa tidak. Bagi pasangan suami istri, cinta dan nafsu dalam hal ini sex, adalah suatu kebutuhan. Cinta menumbuhkan sex. Sementara sex bisa merawat cinta. Karena sex adalah sarana memperbanyak keturunan, sarana alih generasi. Tapi bagi mereka yang belum menikah, cinta dan nafsu adalah dua hal yang sangat berbeda. Terpisah sangat jauh. Keduanya tak bisa disatukan. Why? Karena hanya akan merusak kemurnian cinta.
         Pikir baik-baik dengan kejernihan hati yang paling dalam. Kalau saling mencintai dan memang ada komitmen untuk saling mengenal, harusnya hal-hal yang berkaitan dengan pemuasan nafsu dipending dulu. Disingkirkan jauh-jauh. Saya khawatir kamu akhirnya tidak untuk saling kepribadian masing-masing, tapi hanya untuk mengenal bibir, dada dan kelamin saja. Percayalah, sudah banyak kasus percintaan yang berakhir tragis gara-gara melibatkan nafsu birahi di dalamnya.
             Simpan energi cintamu. Jangan kamu obral cintamu sembarangan. Berikan cintamu fulldan khusus kepada pendamping sah-mu kelak. Alangkah indahnya jika kamu mampu menabung cintamu. Jika satu waktu muncul rasa cinta kepada temanmu, kamu tidak begitu saja menyalurkannya, tapi kamu depositokan cintamu itu. “Entar dulu ah, dia kan belum tentu jodohku?” Nah, saat kamu menikah, kamu ambil tabungan cintamu dan seutuhnya kamu berikan untuk pendamping setiamu kelak. Duh... alangkah indahnya cinta yang seperti ini.
               Wallahi, saya mencintaimu semua karena Allah. Oleh karenanya saya memberanikan diri urun rembug dalam masalah cintamu. Saya pingiiiin banget melihatmu bahagia sejati. Bukan bahagia semu dan hanya sesaat. Mending sekarang kamu berpayah-payah dalam membentuk kebahagiaanmu kelak dari pada sekarang kamu senang-senang tapi kelak kamu sengsara.

        Pikir baik-baik Sayang, jangan sampai kasus-kasus “Kecelakaan cinta” teman-teman menulari kamu. Cukup mereka saja yang merasakan pedihnya cinta karena menurunkan nafsu. Lebih baik kamu tetap memiliki cinta sejati yang putih dan bersih. 
                  bersambung...

Assalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Coy!
lanjut ke part 3 dari postingan sebelumnya 

baca juga sebelumnya
Part 2


Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 3
Adegan Dua
Apakah Bibirmu Masih Perawan !?

PERAWAN vs PERJAKA
Brur, disini kita akan bicara masalah keperawanan atau tepatnya masalah sex. Tertarik? Udah pasti. Jadi, ikuti terus ya! Tapi tolong dicatet ‘n di-stabilo, yang saya maksud dengan keperawanan bukan hanya untuk cewek saja loh, tetapi termasuk juga keperjakaan bagi kaum cowok! Intinya adalah bagaimana kita menilai sejauh mana kesucian dan kehormatan tubuh dan jiwa kita, sekaligus menjaganya. Dan itu berlaku untuk cowok maupun cewek. Kalau hanya khusus untuk para cewek, para cowok akan merasa tenang-tenang saja tanpa pernah merasa masih perjaka atau tidak. Sepakat?

Kamu pasti sedang haus-hausnya akan informasi masalah seksual. Ibarat setrum listrik, kamu punya kekuatan yang dahsyat, Man! Ada cewek pakai celana pendek, kamu para cowok, pasti jantungnya sudah deg-degan. Mata juga melotot mau keluar. Apalagi yang lebih dari itu! Kamu yang cewek juga nggak jauh beda. Lihat cowok ganti baju karena kehujanan, bawaannya udah pingin dekeeet saja. Betul nggak sodara-sodara?
Ada rumus yang menarik tentang psikologi cowok and cewek. Memang sudah sering dibahas. Tapi nggak pa-pa toh dibahas ulang? Biar kamu tambah hati-hati dalam masalah pergaulan. Kelemahan utama cewek adalah pada telinganya. Kalau ada cowok mendatanginya dan membisikkan sesuatu yang romantis ke telinganya, “Sayang, kamu kelihatan cantik sekali malam ini. I love you!” banyak cewek yang langsung terkapar dengan bisikan ini dan iyaaa... saja diajak ‘macam-macam’ para lelaki.
Sedang pada cowok kelemahan utamanya di mata. Kalau ada cewek lewat, hampir semua mata laki-laki selalu tertuju dan mengikuti arah sang cewek. Pokoknya nggak suka kalau mata ini nganggur, harus ada cewek cantik yang dilihat. Maka rumus kecepatan mata laki-laki adalah sebagai berikut:
K = L x M
Dimana:
K       = Kecepatan pandang mata laki-laki
L        = Wanita
M      = Kecepatan kendaraan yang dinaiki wanita
Jadi kalau ada cewek naik sepeda motor dengan kecepatan 60 km/jam, maka kecepatan mata cowok ya 60 km/jam itu. Kalau ada cewek yang naik sepeda dengan kecepatan 20 km/jam, maka kecepatan mata cowok ya 20 km/jam itu. Matanya ngikutin laju sang cewek dari kiri sampai kanan notok... tok. Kalau motor sang cewek mogok di tengah jalan, mata sang cowok juga ikut mogok di tengah jalan (Ha..ha..). Hai para cowok, kamu boleh seminarkan tentang rumus baru saya ini loh!
Nah, sekarang kita akan coba lihat step by step cara memburu idaman hati.

Round 1 : Pedekate
Kalau hati sudah merasa gelisah, pikiran ingat dia terus dan rindu nggak tertahankan, apa yang biasanya kamu lakukan? PeDeKaTe alias pendekatan! Yap... tepat sekali. Tujuannya jelas agar bidikanmu itu menerimamu. Segala cara digunakan agar bisa dekat bahkan lengket ket... dengannya. Mulai cuper (curi perhatian), caper (cari perhatian), casper (casih perhatian, ah maksa banget singkatannya), mbanyol (melawak), pinjam penggaris or catatan, berlagak jatuh di sampingnya (konyol banget, kurang kreatif!), sampai terang-terangan main ke rumahnya.
Cepat atau lambatnya kesuksesan PeDeKaTe tergantung strategi yang kamu pakai. Mau pakai sistem super offensif 4-4-2, 4-4-3 atau 3-4-3 semua dilakukannya asal menang dan gool. Kayak sepak bola aja nih! Pokoknya sekali PeDeKaTe tetap PeDeKaTe!

Round 2 : Tembak
Setelah PeDeKaTe berjalan mulus dan mulai ada sinyal, baru tembak dia. Caranya? To the point aja, katakan padanya kalau suka dan ingin jadian alias pacaran. Langkah tembak ini kemungkinan terburuknya kamu ditolak mentah-mentah (masih mending ditolak mentah-mentah daripada ditolak matang-matang, sakiiit rasanya).
Dan kalau melihat tampangmu, ditinjau dari ilmu ekonomi, sepertinya wajah kamu adalah wajah yang biasa ditolak. Ciri wajah yang selalu ditolak kelihatan kok! Di wajahnya banyak tempelan kertas catatan utang kantin, bank kredit, dan utang ke ibu guru. Terang aja ditolak, siapa mau punya pacar bergelar Mhu, Master Hutang! He...he...he...

Round 3 : Jadian
Mereka bisa disebut berpacaran kalau mereka sudah mengadakan perjanjian untuk saling menyukai. Bahasa gaulnya jadian. Setelah sekian lama jadi teman biasa dan agak mesra, biasanya sang cowok yang mendahului mengungkapkan rasa sukanya. Dengan sedikit berjongkok sambil menyerahkan setangkai bunga, ia mengatakan, “Sesungguhnya dari hati sanubari yang paling dalam aku mencintaimu. Bagaimana kalau kita jadian?”
Dan sang cewek karena awalnya memang juga suka, menjawab, “Aku juga menyayangimu melebihi sayangku pada diriku sendiri. Oke, kita jadian.”
Dengan diiringi hembusan sang bayu, disaksikan senyuman dewi malam dan sambil berteduh di bawah pohon salak mereka saling mengungkapkan cintanya. Bagi sebagian teman-teman kamu, ‘bai’at’ jadian ini biasanya dirayakan seromantis mungkin dengan mencari momentyang pas. Bisa hari ulang tahun, valentine day, thank giving, April moop, HUT Kemerdekaan RI, maulud Nabi atau kapan saja asal dirayakan seindah mungkin. Bagi yang sudah nggak mampu nahan nafsu, malam itu juga mereka langsung melakukan warming up untuk pertandingan sesungguhnya.
Jadian memang langkah awal bagi mereka yang berpacaran untuk proses recognizeselanjutnya. Bagi yang memang serius untuk menikah, untuk jadian diperlukan pemikiran dan keputusan yang matang. Mereka tak ingin keputusannya salah, karena akan berakibat fatal pada masa depan mereka. Tapi bagi yang pacaran hanya untuk senang-senang saja, asal mau, asal cakep dan seksi, langsung jadian. Setelah jadian, what next?

                Round 4 : Pacaran
Inilah masa-masa terindah dan puncak bagi pencari ‘kebenaran cinta’. Rasa cinta dan sukanya akan mengalahkan segala-galanya. Rasa cinta yang demikian mendalam inilah yang terkadang mengalahkan logika normal. Makanya banyak yang bilang kalau sedang jatuh cinta hilanglah obyektifitas berpikir. Semua hal tentang kekasih pasti baik. Berita jujur tentang keburukan pacar, akan dilawan dengan sepenuh daya. Dan atas nama cinta pulalah kehormatan seseorang sering tergadai dan menjadi murah sekali. Mau pakai ini-itu rela pake’ uang SPP untuk traktir bakso, bahkan rela kehilangan keperawanan dan keperjakaan, it’s no problem. Semua demi cinta!
Kalau kamu lihat, mereka yang sedang dimabuk asmara kelihatan rukun. Ke mana-mana berdua. Makan rujak cingur juga berdua. Duduk berdekatan, saling menyuapi. Sang cowok, karena merasa sebagai “koordinator acara” dengan penuh rasa bangga membayari dua piring rujak dan dua gelas ice juice. Nggak peduli itu uang buat beli LKS or hutangan, yang penting be happy dont worry! Wuiihh... serasa bahagia milik berdua.
Bocengannya juga sangat lengket. Meminjam istilah Mas Iip Wijayanto, ada boncengan gaya sabuk, gaya mantel, gaya kupu-kupu dan lain-lain. Sering kita saksikan di jalan-jalan kalau sudah berboncengan, sang cowok yang paling berinisiatif meminta agar sang cewek melingkarkan tangannya untuk memeluk pinggang sang cowok. Mereka sedang pamer kemesraan. Nggak heran jika musim apel tiba, banyak pasangan berlomba se-seksi dan semesra mungkin. Mereka seolah ingin menunjukkan, kamilah pasangan yang paling mesra. Jadilah pacaran (perzinahan) massal terlihat di mana-mana. Mesra....aaaa bangeeeeet... (Betulkah?).
Saya sering bertanya ke teman-teman yang sedang dimabuk asmara, “Setiap Sabtu malam kamu kemana saja sih?” Ternyata jawabannya beragam. Ada yang hanya duduk-duduk di rumah, ada yang pergi jalan-jalan, ada yang cari tempat sepi lalu..., ada yang nonton film, ada yang mendatangi majelis dzikir (yang ini pasti sedikit sekaleee!), dan yang paling penting adalah dimanapun mereka berpacaran selalu ada adegan pegang, duduk mepet dan berangkulan. Yang agak kompak ditambah cium.
Yang jelas model pacaran pasti ada dua kemungkinan. Pacara yang sehat dan pacaran yang mengerikan.
Pacaran sehat? Itu loh, sebelum pacara dua sejoli itu di imunisasi dulu, pacarannya di Masjid dan pembukaannya pakai baca surat Yasin truzzz.... sensor dan pacarannya diakhiri dengan do’a penutup majelis. Wah... ini sih pelecehan namanya. Ngawur Abis!!!
Pacara sehat itu ialah pacarannya bokap dan nyokap kamu. Loh kok??? Iya, karena beliau berdua bebas melakukan apa pun bahkan bernilai ibadah. Dapat pahala lagi.
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala mereka saling meremas-remas jari-jari tangannya, maka berguguranlah dosa-dosa dari sela-sela jarinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-rafi’ dari Abu Sa’id Al Khudzi ra). Bahkan pada kesempatan lain Rasulullah SAW juga menyampaikan kalau ‘hubungan gelap’ nyokap danbokap kamu (maksudnya waktu malam hari, listrik lagi dimatiin. Sensor...), pahalanya sama dengan pahala sholat dhuha dan jihad fii sabililllah. Haaa??!! Jangan terperanjat gitchu donk! Ucapin aja Subhanallah!
Kalau pacaran yang mengerikan yang gimana? Mo tahu? Ingin detail? Usiamu diatas 23 tahun? Lanjuuutt...

NGINTIP TEMAN-TEMAN YANG LAGI PACARAN, YUUUK!
Karena pacaran itu dianggap sesuatu yang wajib bagi sebagian orang, dan mereka melakukannya atas nama cinta, nggak heran kalau terkadang mereka melakukannya sampai melampaui batas. Dan itu bagi penganut pacaranisme, no problem. Bukankah mereka melakukannya suka sama suka? Bukankah itu salah satu bukti cinta?
Now, saya akan sampaikan beberapa cerita yang sering masuk ke Kafe Curhat KRC atau beberapa kasus yang memang sudah menjadi “rahasia umum” bagaimana gaya berpacaran teman-teman kamu.

Ngapel
Aktifitas ngapel, berkunjung ke rumah doi setiap malam Jum’at legi, eh... malam Ahad ding (bagi seorang Muslim nggak boleh bilang Minggu loh, tapi Ahad. Tahu nggak, Minggu itu konon berasal dari bahasa Spanyol Hominggo yang artinya hari lahir tuhan. Masak tuhan lahir? Musyriklah kita kalau mengakui tuhan ulang tahun! Atau Sunday dalam bahasa Inggris, yang berasal dari kata Sun dan Day, hari menyembah matahari), adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh mereka yang berpacaran. Berkunjung ini menjadi suatu yang sangat ditunggu-tunggu, baik oleh cowok maupun cewek. Yang dilakukan adalah duduk berdekatan dan ngobrol apa saja, yang penting asyik. Tapi yang jelas hampir tidak pernah ada yang ngobrolin masalah keagamaan. Setelah ngobrol kesana kemari, paling tidak setengah sampai satu jam, barulah mereka keluar rumah. Ada yang sekedar jalan-jalan, makan jagung bakar, nonton film or main ke rumah teman.
Bagi mereka yang naik sepeda motor tidak lupa berboncengan dengan sangat mesra. Berbagai gaya pelukan yang saya sebut di depan mereka coba. Bagi yang bermobil, maaf, malah lebih berani melakukan aktifitasnya. Di berbagai tempat wisata sering ditemukan mobil-mobil parkir tapi ada aktifitas horrible di dalamnya. Tapi yang jelas, ngapel adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler dalam berpacaran. Tidak ada cinta jika tidak ada pacaran. Tak ada pacaran jika tak ada ngapel. So, tidak ada cinta jika tak pernah ngapel.

Berpelukan
Kayak teletubbies aja, berpelukaaaan! Iya memang, kenyataannya kan begitu! Coba tanya teman-teman kamu, pernah nggak berpelukan dengan pacarnya? Dan kamu sendiri? Sepertinya kebiasaan yang ada di sinetron, film India, atau telenovela sudah diamalkan di kehidupan sehari-hari. Memang sih kelihatannya mesra sekali kalau dua sejoli yang dimabuk asmara saling berpelukan untuk menunjukkan “ukhuwah” dan sebagai bukti saling menyayangi. Apalagi kalau pas ada yang ulang tahun, wuih... pasti ritual teletubbies ini semakin seru saja. Tapi benarkah mereka bahagia?
Kan bukan muhrim? Jangan tanya itu deh, karena hanya akan jadi bahan tertawaan saja. Bukankah konsep muhrim atau non muslim hanya berlaku di Masjid atau pengajian saja? Nggak kebayang jika konsep muhrim nonmuhrim di bawa-bawa ke alam pacaran. Nggak seru sodara, nggak bisa ngapa-ngapain donk! Bisa-bisa jadi pengangguran berat waktu pacaran nih!

Pegang-pegangan
Ini sih, sudah biasa banget. Masak ada orang berpacaran nggak pakai pegang-pegangan, bo’ong deh? Dari berbagai kesempatan curhat lewat SMS atau langsung, sebagian teman-teman kamu mengaku kalau kebiasaan saling memegang, (meremas) adalah hal yang biasa dan lumrah. Bagi mereka itu semua adalah suatu keniscayaan bagi yang berpacaraan. Heranlah mereka jika ada orang yang sedang berpacaran dan dimabuk asmara tapi tanpa pegang-memegang sama sekali.
“Bagaimana mau ngucapin selamat ulang tahun kalau nggak pakai salaman?”
“Bagaimana mau mijitin doi kalu nggak boleh pegang?”
“Kalau lagi bener-bener nafsu, siapa bisa jadi pelampiasan kalau bukan pacar?”
“Biasa saja kok, ini kan bukti kasih sayang!”
Dan bermacam alasan lainnya, dari yang paling masuk akal sampai yang out of mind. Kadang risih juga lihat teman-teman kamu yang baru pulang sekolah, masih pakai seragam lagi, bercanda berlebihan. Nggak peduli sodara or bukan, TTM or bukan, pacar or bukan, tapi yang namanya duduk berdempetan, pegang-pegang rambut, pinggang, tangan, biasaa banget! Karena sudah jadi image bahwa menyentuh lawan jenis adalah tidak dosa dan tak membuat Allah murka. Kalaupun ada dosanya, itu hanya dosa kecil yang mudah dihapus dengan istighfar.

Berciuman
Tidak bisa dipungkiri kalau kissing adalah acara terfavorit saat pacaran. Sebab ciuman adalah cara paling nyata dalam mengungkapkan cinta. Kalau semakin sering kissing berarti itulah cinta yang sejati. Demikian kira-kira arti dari bukti cinta menurut sebagian teman-teman kamu. Banyak kasus ditemukan dimana sebagian teman kita berani melakukan kissing karena mengikuti permintaan pacar. Artinya kalau salah satu dari pasangan yang berpacaran itu minta untuk mencium atau dicium, maka jadilah ciuman itu terlaksana dengan baik. Iya nggak? Dan hampir 98% pasangan yang berpacaran mengatakan melakukan adegan ciuman adalah yang biasa dan wajar. Bahkan menurut mereka sangat aneh jika ada yang mempermasalahkan ciuman mereka.
Lagi-lagi ini kasus yang ada di Kafe Curhat KRC. Dia adalah playgirl. Punya pacar tetap seorang cowok yang sedang kuliah. Tapi sekaligus juga punya tiga cowok lainnya yang digunakan sebagai sebagai pelampiasan rasa sepinya kala ditinggal kuliah pacarnya. Dia mengaku selalu berciuman jika kencan dengan para cowok itu. Tapi dia ‘jujur’ kalau belum pernah sekalipun melakukan zina. Ketika saya tanya kenapa kamu lakukan semua ini? Dengan enteng dia menjawab, “Saya kesepian, saya butuh teman dan siapa yang bisa menolak ajakan saya, Mas. Saya kan cantik!” Wah... Wah...
Mau cerita yang lain? Mulanya gaya berpacarannya sebenarnya biasa-biasa saja, tapi karena sering ketemu, jalan bareng dan mojok di tempat yang sepi, kesempatan itu akhirnya datang juga. Pelajar kelas 3 SMP itu akhirnya mulai berciuman dan ia merasakan suatu kenikmatan. Selanjutnya mereka ketagihan jika keluar bersama. Dia juga mengaku selalu berusaha mencari kesempatan agar bisa saling mencium, anytime and anywhere. Artinya mereka selalu memasukkan bab berciuman dalam pelajaran pacaran mereka. Dahsyat nggak saudara-saudara?
Saya tambah cerita lagi nih! Suuuorry berat ya, contoh-contoh ini saya sampaikan untuk melihat fenomena betapa hiii...nya pacaran yang dilakukan teman-teman kamu (Mungkin termasuk kamu juga ya!? Eit, jangan marah. Memang kenyataanya gitu kok!). Suatu saat ada yang bertanya bolehkah pacaran setengah badan? Whatt!!! Terus terang saya baru dengar istilah ini. Saya tanya: “Pacaran setengah badan? Yang gimana tuh? Ukurannya 3x4 or 4x6? Hitam putih atau berwarna? Ah, kayak photo saja? “Dia bilang kalau waktu pacaran mereka bebas melakukan apa saja asal perut ke atas. Kalau perut ke bawah itu haram. Menurutnya selama tidak bersenggama walau menikmati habis perut ke atas itu nggak pa-pa. Tapi setiap melakukannya anak itu merasa ada yang berontak di hatinya. Makanya dia tanya boleh tidak aktifitas tersebut.
Maraknya kissing di kalangan pasangan teman-teman kamu adalah bak fenomena gunung es. Gunung es itu puncaknya saja yang keliatan tetapi yang di bawah atau belum sempat terekspos lebih banyak dan besar lagi. Tapi mau bagaimana lagi, kalau mereka yang melakukannya tidak merasa bersalah? Kalaupun ada perasaan bersalah, mereka anggap ini adalah dosa kecil saja. Berciuman itu bukan dosa besar, jadi cukup dengan membaca istighfaratau dengan berwudhu, dosa itu akan hilang. Beres kan? Dan hampir semuanya beranggapan sama kalau kissing bukan dosa besar. Yang lebih aneh lagi, mereka tidak menyesal sama sekali jika melakukannya. Bahkan ada kesan puas dan bangga bisa kissing sementara teman-teman lainnya masih malu-malu dan takut. Nggak berani ciuman? Kampungan lu! Banci lu! Sok suci lu! Muna’ lu!

Intercourse
Semisal acara di tv, sang presenter akan mengajak penonton, “Pemirsa, tibalah saatnya acara yang kita tunggu-tunggu. Inilah puncak dari segala bentuk acara zina atau pacaran. Sambutlah... Mr. Intercourse!!!” Itu kalo niru-niru di tv lho!
Secara harfiah Intercourse adalah perilaku persetubuhan antar dua jenis kelamin. Sedang zina adalah intercourse dengan yang bukan haknya. Jadi siapapun yang bukan suami-istri tapi berani melakukan adegan ini, jelas dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar bahkan suatu tindakan yang sangat bodoh yang hanya akan membuat diri sengsara.
Why ini puncak dari pacaran ya? Ya, karena zina farji (kelamin) ini selalu dimulai dengan proses zina-zina lain. Dimulai dengan pandangan, obrolan-obrolan, ditambah pegang dan cium, kemudian berlanjut ke hati yang selalu berimajinasi seksual dan farjilah yang nanti akan membenarkan atau menolaknya. Maksudnya, kalau nafsu udah nggak kuat lagi nahan, biasanya kelamin kamu akan melakukan zina. Tapi jika kelaminmu masih takut pada Allah, pasti nggak akan terjadi intercourse.
Allah SWT mengecam keras manusia-manusia pelaku perzinahan: “perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (An-Nur: 2)
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat pembalasan dosanya, yakni akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina.” (Al-Furqaan: 68-69)
Itulah beberapa ancaman Allah SWT terhadap pelaku zina. Orang-orang yang mengabaikan ancaman dan ayat-ayat Allah bahkan merasa aman dengan ancaman Allah, jelas mereka adalah binatang bahkan derajatnya lebih rendah dari binatang. Kambing, sapi, ayam, babi dan teman-teman berekor lainnya, wajar jika ber-free sex ria, coz itu memang peradabannya. Dan ingat, mereka Cuma punya insting, bukan akal!!!. So kalo tidak mau disebut golongan mereka, gunakan akalmu. Waduh Man, saya kok tiba-tiba jadi garang gini? Nggak pa-pa lah, kadang-kadang sekali waktu perlu garang dikit. Asalkan bukan semar garang alias semangat besar tenaga kurang.
Bagi pezina, saat bermesum ria mungkin sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan manusia. Di pinggir kali, di hotel or losmen kelas cempe (anak kambing), di dalam selokan, di atas atap WC, sampai yang paling tersembunyi. Tapi mungkinkah bisa bersembunyi dari Allah yang Maha Melihat?
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhoi. dan adalah Allah Maha meliputi ilmu-Nya terhadap apa yang mereka kerjakan.”(An-Nisa’: 108)
Karena nggak bisa nahan nafsu dan kurangnya informasi, termasuk karena pengaruh lingkungan, banyak teman-teman kamu yang terjebak pada perzinahan seperti ini. Jumlah teman-teman kamu (pelajar, remaja, mahasiswa) yang melakukan persetubuhan dengan pasangannya atau ke pelacuran ternyata meningkat dari tahun ke tahun.
Kalau diteliti lebih detail sebab musabab mereka dengan enteng melakukannya, jawabnya cuma satu, karena zina itu enak. Lho kok? Lha iya, kalau nggak enak mana mungkin mereka mau melakukannya dan bahkan ada yang sampai ketagihan (maaf, bukan mengada-ada tapi fakta dari beberapa sms dari pelajar dan mahasiswa. Sekali lagi, siswa-siswi SMU dan mahasiswa!!!). Tapi ingat Kangmas dan Mbakyu, tidak setiap yang enak itu membawa manfaat! Tidak semua yang enak itu diridhoi Allah kan? Contohnya ya zina ini. Hubungan sex akan nikmat dan berpahala besar kalau dilakukan antara suami dan istri sah.
Satu story. Di Ahad siang yang terik tiba-tiba tut...tut...tut, telpon di rumah saya memberi sinyal kalo ada panggilan. Ternyata ada yang mau curhat. Dia (cewek kelas sebelas SMA) mengaku telah terlambat datang bulan 15 hari alias hamil. Dengan menangis dia mintasolusi apa yang harus dilakukannya, karena pacar dan Mamanya minta dia aborsi. Sementara dia nggak mau melakukan karena takut dosanya tambah besar.
“Kami memang khilaf (Pacarnya kelas dua belas di sekolah yang sama). Jika pulang sekolah kami tidak langsung ke rumah tapi mampir ke rumah teman yang ortunya lagi nggak ada atau kami check-in di losmen kecil di pinggir kota kami. Dan itu kami lakukan berulang-ulang!”
Dalam berbagai kesempatan curhat, saya juga sering mendapat informasi kalau beberapa pelajar biasa melakukan perzinahan seperti ini dua sampai tiga kali per bulan. Pokoknya ada waktu, ada uang dan ada nafsu, dua sejoli yang dimabuk asmara pasti melakukannya. Yang mengherankan semua perbuatan itu tak diketahui ortunya. Di rumah mereka juga terbilang anak manis. Rata-rata mereka pemain sinetron yang bagus, sehingga kelihatan jadi anak mama. Tentu tidak semua anak rumahan yang manis berperilaku buruk di luar rumah. Ini hanya beberapa kasus yang saya temui. Yang benar tentu saja dia harus jadi anak mama dan anak manis jika di rumah maupun di luar rumah. Kalau bahasa Nabi Muhammad SAW,bertaqwalah kamu di manapun kamu berada.
Itulah gaya pacaran sebagian teman-teman kamu. Semoga kamu bukan salah satu dari mereka. Yang merasa kesindir, nggak usah marah. Bukankah tulisan ini hanya untuk mereka yang berubah ke arah yang lebih baik?

YANG KITA ANGGAP BUKAN ZINA
Dalam salah satu hadis yang berkenaan dengan zina, Rasulullah SAW bersabda: “Abdullah bin mas’ud ra bertanya kepada Rasulullah SAW, “Dosa apakah yang terbesar? “Nabi menjawab, “Kamu jadikan Allah sebagai tandingan, padahal Dia telah menciptakanmu.  “Ibnu mas’ud bertanya lagi. “Lalu apa lagi?” Beliau bersabda, “Kamu membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu.” Lalu bertanya lagi, “Lantas apa lagi?” Rasulullah bersabda : Kamu berzina dengan istri tetanggamu.” (HR. Mutafaqunalaih)
Dalam hadits yang lain: “Allah telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan itu tidak dapat dielakkan lagi, di mana ia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk penuturan, zina hati yaitu angan-angan kemudian kemaluan-lah yang menentukan berzina atau tidak.” (HR. Bukhari)
Juga masih dari hadits “Telah ditulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka dia pasti menemuinya. Zina ke dua matanya memandang, zina tangan meraba, zina kaki melangkah, zina hati adalah berharap dan berangan-angan, dan yang demikian itu dibenarkan oleh farjinya atau didustakan.” (HR. Bukhari)
Dari Ubaidah bin Ash-Shamit ra Rasulullah SAW bersabda, “Jaminlah untukku enam hal, maka aku jaminkan surga untukmu. Jujurlah kalau berkata, tepatilah apabila berjanji, laksanakan amanat apabila kamu dipercaya, peliharalah farjimu, jagalah penglihatan dan jagalah tanganmu.“ (HR. Ahmad)
Dalam Al Quran, larangan mendekati zina ada di surat Al-Isra’ ayat 32. Mendekati saja dilarang apalagi zina itu sendiri, tentu lebih dilarang lagi sama Allah. Saya yakin, kamu pasti sudah sangat hafal dengan ayat ini. Tapi bentar dulu, ngomong-ngomong setiap hari berapa ayat yang kamu baca dari Al Quran ini? Apaaa? Kamu belum bisa baca Al Quran? Innalillaahi... Ayo cepet belajar membaca Quran sana! Memalukan sekali kau ini! Ini ayatnya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
Melihat beberapa ayat Al Quran dan hadits Rasulullah SAW di atas jelaslah bahwa yang disebut zina bukan hanya zina kelamin saja. Tapi bisa mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan hati.Disini kita akan sedikit kupas fenomena zina-zina itu dalam keseharian kehiduan para remaja dan pemuda, khususnya yang sedang berpacaran.

Zina Mata
Salah satu kenikmatan besar yang diberikan Allah kepada penghuni planet biru ini adalah adanya dua mata. Dengan mata kamu bisa melihat dan menyaksikan bebagai hal di dunia ini. Kebayang nggak jika Allah mengambil dua mata ini? Ampuuun! Dunia jadi gelap gulita, nggak bisa jalan kemana-mana. Mau ambil pensil buat nulis e... keliru ambil pacul (Gubrak... jauh banget bedanya?). Nggak tahu keindahan sunrise and sunset, indahnya sawah yang menghijau, dll.
Menurut hadits di atas ternyata mata bisa berzina. Zinanya mata adalah melihat. Melihat apaan? Melihat hal-hal yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Apa yang dilarang dilihat oleh Allah dan RasulNya? Ngintip orang mandi, lihat goyang dangdut, buka internet situs-situs porno, menikmati temen kita yang pakai baju ketat plus minim, baca novel yang BBB (blue... blue... blue...), nonton film bokep or BF (Batman Forever, Bakwan Fanas he...he..., tahu maksudnya kan?), mlototin abis majalah-majalah porno, dan kawan-kawannya. Intinya mata yang nggak lepas dari pornografi or pornoaksi.
Jika kamu pacaran PASTI saling memandang. Betul nggak? Masak ada pacaran sambil merem? Dan dalam memandang itu -entah wajah or lainnya- rasa menikmati dan ngebayangin sesuatu tentang pacar kamu pasti muncul. Karena kata pakar psikologi, jika mata ini memandang lawan jenis dan lawan jenis itu balas memandangmu, maka akan terjadi tahapan sebagai berikut: pupil mata akan membesar, otak akan mengeluarkan hormon dophamin (yang menimbulkan rasa enalk/nyaman). Sementara itu adrenalin mengalir ke seluruh tubuh dan aliran darah menjadi semakin deras menyebar ke bibir dan organ-organ seksual, yang artinya semakin mudah terangsang daerah-daerah sensitif kamu. Jadi jika ada cowok memandang cewek or sebaliknya, ujung-ujungnya adalah sex. Jadi mupeng bawaannya!
Nah, melihat yang seperti itu, yang akhirnya berbahaya dan merugikan, Islam berusaha mencegahnya. Rasulullah SAW mengingatkan kita, “Penglihatan adalah anak panah racun di antara anak panah-anak panah iblis, siapa saja yang memalingkannya karena takut pada Allah, maka akan diganti dengan keimanan yang ia akan memperoleh manisnya iman.” (HR. Al Hakim dan Ath-Thabrani)
Lebih tegas lagi dalam Al Qur’an surat An Nuur 30-31 Allah menyuruh laki-laki dan perempuan Muslim untuk menundukkan pandangan. “Katakanlah kepada laki-laki mu’min supaya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakan kepada wanita-wanita mu’minat supaya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak darinya”.
Kenapa ada aturan kayak gitu? Karena Allah sangat sayang pada kita. Kalau Allah nggak sayang kita, dibiarin manusia tanpa syariat (aturan). Kalau dunia tanpa ada aturan, bayangin apa yang kira-kira akan terjadi? Hancur, rusak, saling mangsa dan bunuh, yang kuat yang akan menang dan seterusnya. Persis kayak hukum rimba. Gitu lho! Betapa sayangnya Allah pada kita ya? Makanya sebagai rasa syukur pada Nya, kita buktikan dengan taat pada Allah SWT anyhow, anywhere and anytime.
Bagi kamu-kamu yang sukses menahan pandangan alias ghadhul bashar. Allah SWT memberi reward. Rasulullah SAW bersabda: “Tiga golongan yang mata mereka tidak disentuh oleh api neraka. Mata yang berjaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut Allah dan mata yang menahan dari yang diharamkan.” (HR. Ath Thabrani dari Mua’wiyah bin Hidah ra).
Bagi yang waras dan cinta Allah harusnya tertarik dengan hadiah Allah ini. Sudah pada jelas kan? So, mata ini dianggap berzina jika kita tidak ghodul bashor (menahan pandangan). Bisakah pacaran tanpa memandang? Mustahil, Jadi masih berani pacaran?

Zina Mulut
Haa... mulut bisa berzina? Tentu bisa. Menurut sabda Rasulullah SAW: “Mulutpun bisa berzina, zinanya adalah kecupan” (HR. Abu Daud). Nah lho! Jadi siapapun yang mencoba kissingdengan yang bukan pasangan halalnya sebutannya juga zina lho! Masuk dalam kategori zina mulut adalah kissing bibir, dada, pipi or oral sex. What is oral sex? Bersenggama antara mulut dan kelamin.
Eh... ada yang kelewatan. Termasuk zina mulut ini adalah pembicaraan, obrolan atau bisikan-bisikan yang mengarah pada bangkitnya birahi (HR. Muslim). Dan sekali lagi pacaran tak akan pernah bisa lepas dari zina mulut ini.
Memang masih banyak yang perawan or perjaka kelaminnya. Tapi kalau ditanya apakah bibirmu masih perawan? Banyak yang nggak bisa jawab. Malu, sedih, dan bingung. (Tapi, mungkin ada juga lho yang tetep ndableg ‘n masa bodoh?! Yang penting happy, gitu kira-kira katanya. Untuk yang satu ini kita hanya bisa mendo’akan semoga Allah SWT segera memberinya petunjuk). Karena rata-rata bibir mereka sudah tidak perawan lagi. BIBIRNYA SUDAH NGGAK SUCI LAGI. Sudah sering ‘dipakai’. Ibarat sepatu dijual di toko, sudah sering dicoba oleh konsumen. (Sorry kasar sekali). Padahal keperawanan mulut juga akan menjadi pertanyaan Allah di hari kiamat kelak. Jangan remehkan ini. Jadi, masih berani pacaran?
“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarahpun niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Al-Zilzal:8)
               
Zina Telinga
Kita punya dua telinga. Tempatnya juga sangat pas, di kiri dan kanan kepala kita. Kalu misalnya telinga yang kiri tempatnya di kepala sementara yang kanan di pantat, gimana pakai kacamatanya hayo? Repot susah and nggak enak dilihat. Alhamdulillah, Allah memang arsitek Maha Hebat. Semua dibuat sesuai dengan ukuran. “Dan sesungguhnya Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin:4). Tapi Allah dan RasulNya mengingatkan manusia agar hati-hati dengan telinga. Karena ternyata telinga juga bisa berzina.
“Adapun telinga zinanya adalah pendengaran (yang diharamkan)”. (HR. Muslim)
Lalu pendengaran yang seperti apa yang harus kita jauhi? Ya banyak donk. Seperti sengaja mendengar suara kentut teman, eh...nggak ding. Kamu (cowok) menyengaja dengerin suara gadis yang suaranya mendayu, diseksi-seksiin. Kan ada layanan telepon yang khusus melayani suara-suara pengundang syahwat? Hubungi 0809-xxx maka anda akan bla...bla...
Termasuk zina telinga jika kamu, bukan muhrimnya, mojok berdua dan bicaranya pelan-pelan, agak berisik. Materi pembicaraannya pun selalu nyerempet yang ngeres-ngeres. Di salah satu hadits Nabi pernah menyampaikan. “Telinga seseorang dituangkan timah panas adalah lebih baik dari pada mendengarkan biduanita menyanyi.”

Zina Tangan
Jenis zina yang satu ini banyak terdakwanya. Karena, seperti telah kita bahas di bab-bab awal, sebagaian besar penganut paham pacaranisme selalu dan biasa saling pegang. Nggak usah malu-malu lang untuk mengkhayal! Padahal menurut Rasulullah SAW, idola dan junjungan kita, zinanya tangan itu memegang lho! Masak memegang buku, pisang, radio, or piring disebut zina tangan? Bukan begitu para pembaca yang baik! Tangan kita disebut berzina jika memegang or sengaja nyentuh lawan jenis yang bukan muhrim kita.
Memegang doank nggak boleh? Nggak boleh! Apalagi memegang yang luar biasa (baca: meremas), tentu lebih dilarang Allah dan RasulNya. Yang saya temui di Kafe Remaja Curhat KRCrata-rata mereka (yang cowok, menurut pengakuannya), setiap bertemu, sering meremas-remas dada sang cewek. Kalau meremas jari-jari sih terlalu sering dan biasa. Jadi perlu tantangan baru!
“Apakah tanganmu masih perawan? Apakah dadamu masih perawan?”
Nah lho, bisa menjawabnya?
Coba simak penuturan Nabi Muhammad SAW berikut ini: “Sesungguhnya salah seorang di antaramu ditikam kepalanya dengan jarum besi adalah lebih baik daripada menyentuh (dengan sengaja) seorang yang bukan muhrimnya.” (HR. Thabrani)
“Seorang laki-laki yang menyisir rambutku dengan besi sampai menembus tulang adalah lebih baik dari pada menyentuh perempuan yang bukan muhrim.” (HR. Baihaqi)
Hii... ngeri! Makanya pekerjaan pegang memegang pasangan, pacar or TTM (Teman Tapi Monyet, eh maaf salah lagi, maksudnya Teman Tapi Mojok terus) adalah terlarang alias zina tangan alias dosa.
Masuk kategori zina tangan adalah masturbasi dan onani, itu lho, ‘bermain-main’ dengan kelamin sendiri sehingga mencapai orgasme. Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW pernah menyampaikan kalau hari kiamat kelak orang yang biasa onani dan masturbasi tangannya akan hamil. Aduh... betapa malunya kita nanti akan disaksikan orang banyak.
“Tujuh golongan yang tidak dilihat Allah ‘azza wa jalla pada hari kiamat, tidak disucikan, dan tidak dihimpunkan bersama manusia lainnya, bahkan dimasukkan ke dalam neraka sebagai orang-orang yang pertama, kecuali yang bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Yaitu:Orang yang kawin dengan tangannya (onani, masturbasi), orang yang melakukannya terhadap orang lain, dan yang mau diperlakukan, orang yang membiasakan minum khamr, orang yang memukul orang tuanya sampai mereka minta tolong, orang yang menyakiti tetangganya sehingga mereka melaknatnya dan orang-orang yang berzina dengan istri tetangga.” (HR. Baihaqi dari Anas bin Malik)
Nih hadits sudah sangat klir, nggak perlu ada penjelasan. Makanya biar nafsu sex kamu nggak liar ‘n muncul mulu, jauhi segala hal yang bisa meningkatkan libido sexmu.

Zina Kaki
Kalo yang satu ini... nich, disebut zina kaki kalau kaki kita gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang bisa membangkitkan birahi. Contohnya datang ke rental VCD untuk pinjam VCD film-film bokep yang pemainnya naked (film satwa, hehehe), melangkah untuk nonton konser dangdut, pergi ke lokalisasi, or pergi ngapel ke pacar. Karena semua itu masuk dalam mendekati zina. “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (Al-Isra’ : 32)
Kaki ini adalah salah satu sarana menuju impian dan cita-cita. Kaki bisa menghantarkan ke surga jika kita langkahkan ke tempat yang bisa membangkitkan iman dan taqwa. Sebaliknya dia juga bisa memasukkan pemiliknya ke neraka jika dilangkahkan di jalan yang dilarang Allah dan RasulNya.
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi dari mulut kita
Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya
Itu bait lagunya Gigi. Kalu dengerin jangan hanya nadanya dan jingkrak-jingkrak saja lho! Tapi coba resapi baitnya. Memang di akhirat nanti mulut kita dikunci Allah, dan yang berkata adalah anggota tubuh kita. Jadi nggak mungkin bo’ong. Ini menyangkut keimanan. Suer, bukan nakut-nakutin kamu, tapi murni supaya kita jadi remaja yang disayang Allah. Tapi apa ya mungkin kaki kita bicara? Sangat mungkin.
Kamu ingat hukum kekekalan energi? Yap... betul. Energi tidak bisa diciptakan dan juga tidak bisa hilang, tapi bisa berubah wujud. Example, kalau kamu nyontek waktu ujian, kamu ngeluarin energi kan? Nah, sesuai hukum kekekalan energi, energi nyontekmu tadi nggak bisa hilang tapi berubah wujud. Demikian juga kalau kamu kissing dengan pasanganmu. Energikissingmu tidak akan hilang tapi berubah wujud jadi makhluk yang sangat buruk dan busuk mendatangi kita. Di akhirat, energi-energi yang kita keluarkan selama hidup itulah yang akan menjadi saksi dan bicara pada Allah Yang Maha Tahu.
“...dan jika yang dikuburkan itu hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa), maka ia akan mendengar panggilan dari dalam kubur yang berkata kepadanya, tidak ada selamat datang untukmu. Demi Allah, sejak engkau berjalan di atas punggungku (makam), engkau adalah orang yang paling aku benci... lalu kubur itu menghimpitnya sehingga tulang rusuknya terhimpit sehingga memasuki satu sama lain, dan dibukakannya pintu untuk neraka..., sesudah itu berkunjunglah padanya seorang laki-laki sangat buruk wajahnya dan sangat busuk baunya dengan menggunakan pakaian ter. (Orang yang dikubur bertanya): Siapakah kamu? Aku adalah amal (energi) burukmu”. (HR. Tirmidzi)
Makanya hati-hati dengan kaki ini. Gunakan saja kakimu untuk hal-hal yang baik. Buat futsal, pergi haji, bantu orang kesusahan, ngantar ortu belanja, pergi les bahasa inggris dll.

Zina Hati
Sumber dari segala sumber ide dan gerak kita adalah hati. Mata, telinga, tangan, kaki dan semua anggota tubuh bekerja di bawah kendali hati. Rasulullah SAW menyampaikan, “Ketahuilah di dalam tubuh terdapat segumpal darah yang apabila baik maka semua anggota tubuh akan baik, dan jika rusak maka semua anggota tubuh pun akan rusak, ketahuilah itu adalah hati.”
Oleh karenanya, jaga dan pelihara hati ini dengan baik. Biar nggak kena hepatitis gitu lho! Iya, biar nggak sakit-sakitan. Itu memang benar, tapi yang saya maksud adalah biar hati bersih, jernih, dan taqwa sehingga kita pun akan baik dan dicintai Allah Azza wa Jalla. Hafal lagunya Aa’ Gym? Jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini... (Udah ah... khawatir kamu terlena dengan suara saya!)
Lalu zina hati itu yang gimana, Bos? Our heart zinanya adalah ngebayangin sesuatu yang membuat kamu fly, alias nafsu jadi membara. Misalnya gini, sebelum kamu tidur, kan tidak langsung tidur pulas?  Pasti masih mikir or ngebayangin sesuatu. Kadang mikirin ulangan besok, mikirin pertandingan basket antar kelas, atau mikirin hutang (ini kayaknya yang paling banyak hi..hi..hi..). Bisa jadi sebelum tidur kita juga ngebayangin pacaran ama artis or ngebayangin melakukan hubungan intim dengan seseorang atau ngebayangin kambing lagi telanjang (eh salah ya...!). Nah yang begini ini yang disebut zina hati. If you sering melakukannya, jelas hatimu sudah nggak perawan lagi. Jangan dikira zina hati ini nggak bakalan kelihatan secara fisik! Hati yang sudah tidak perawan lagi akan berpengaruh pada tingkah laku kita. Pengaruhnya adalah pikiran selalu ngeres, mata jadi mata keranjang, sementara kaki sibuk menuju tempat yang bisa memuaskan hati kotornya.
Santai sajalah, ini kan rahasia? Nggak ada yang bakalan tahu. Betul, teman-teman mungkin nggak ada yang tahu, tapi bukankah Allah mengetahui dan akan menanyai hati kita? Tidak percaya? Ini buktinya! Dalam surat Al-Isra’ ayat 36 Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.”
Sekali lagi, bagi penganut paham pacaranisme, atau siapapun yang merasa, mungkinkah bisa lepas dari zina hati? Jadi masih berani pacaran?

ZINA YANG TERLUPAKAN
Sebentar toch... zina apalagi yang akan dimunculkan? Kok banyak banget sih, jadi ngeri! Mungkin begitu pikir kamu. Tapi lebih baik takut sehingga waspada dari pada berlagak nggak ngerti tapi akhirnya melakukan perbuatan yang dianggap zina. Lebih ngeri mana?
Yang berikut adalah perilaku-perilaku yang menurut Rasulullah SAW dianggap zina. Be Careful!

Pamer Body
Alaamaaaak.... masak ini termasuk zina sih!? Lha iya lah, namanya saja pamer body, berarti tubuhnya dibawa kesana kemari supaya orang tertarik padanya. Sudah aurat kelihatan dimana-mana, e... niatnya supaya orang terkagum-kagum dengan keseksian tubuhnya.
“Saya maunya yang nggak aneh-aneh. Biasa aja. Yang penting nggak menyalahi adab kesopanan.” (Weleh... kesopanan menurut siapa nih? Masak pake thanktop or topless merasa masih sopan?).
“Salah sendiri lihat, kan aku nggak berniat godain siapa-siapa?”
“Kalo pakai baju pressbody gini hanya ngrasa kalau pas banger di badan. Bukan untuk godain siapa-siapa kok!”
Benar, kamu mungkin memang nggak punya niat apa-apa. Tapi lihat kamu pakai baju ketat, tipis dan mini. Siapa kuaaat? Udah baju kamu seksi, laki-laki yang lihat imannya juga pas-pasan lagi, wuiih...klop!
Pertunjukan pamer body ini menjangkiti hampir semua remaja dan pemuda. Di jalan-jalan atau di manapun, kamu akan dengan mudah melihat para cewek yang berpakaian tapi telanjang. Lho kok? Iya, mereka memang berpakaian tapi siapapun yang memandangnya akan gampang melihat lekuk tubuhnya dan “isi” di dalamnya.
“Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakkan auratnya bukan di rumahnya sendiri, maka Allah akan merobek tirai kehormatannya.” (HR. Ahmad, At-Thabrani, al-Hakim)
“Ada dua golongan ahli neraka yang siksanya belum pernah saya lihat sebelumnya. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang dan wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang selalu maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Rambutnya sebesar punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan amat panjang.” (HR. Muslim)
Jelas kan ancaman Rasulullah SAW bagi cewek yang pamer body? mengapa hanya paca cewek yang diancam? Cowoknya mannaaaa? Tenang! Para cowok juga kena ancaman yang sama. Siapapun para cowok yang pamer body yang dilakukan untuk menggoda para cewek, dia juga kena sangsi yang sama alias jadi musuh Rasulullah SAW.
Termasuk dalam pamer body ini adalah kegiatan modelling, fashion show yang membuka aurat, modern dance, foto model, anggota tubuh yang ditato, ditindik, atau aurat yang dibiarkan terbuka.

Parfum Berjalan
Lagi-lagi kita berbicara tentang perempuan. Ya, karena wanita ingin dimengerti. Memang Islam sangat menjaga dan menghormati wanita sehingga banyak warning kepada para wanita agar tetap menggunakan parfum yang berlebihan waktu keluar rumah.
Rasulullah SAW menyampaikan; “Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia telah berzina.” (HR. Muslim)
Berarti kita-kita para cewek diharuskan bau donk? He..he.. bisa saja kamu. Tentu kamu harus tetap wangi dan berpenampilan indah. Maksudnya adalah bahwa kamu memakai parfum yang berlebihan yang memang kamu gunakan untuk menarik simpati dan menggoda para cowok, itu yang disebut zina.
Kenapa tho kok gitu? Begini lho Non. Wanita itu oleh Allah diberi anugerah keindahan. Seluruh tubuh wanita dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya diciptakan dalam bentuk yang indah. Maka Allah menginginkan keindahan itu tetap terjaga dan terhormat dengan jalan melindungi keindahan itu dengan aturan menutup aurat dan melarang para wanita bertingkah laku yang bisa merendahkan kehormatannya sebagai wanita. Memang ada kesan aturan-aturan dan ancaman-ancaman Allah hanya untuk para wanita. Tapi sebenarnya tidak. Laki-laki atau perempuan yang melanggar larangan Allah pasti akan Allah hukum. Sebaliknya, wanita atau laki-laki yang taat pada Allah pasti akan mendapat pahala besar di sisi-Nya.
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang  sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Azhab : 35)
So, jangan khawatir dan merasa terbebani dengan syariat Allah ya! Semua ini demi kebaikan kamu juga kok!
bersambung...


Lanjut baca ke part 4