Mungkin sudah kuno membicarakan tentang kiamat 2012, yang tentunya pasti berkaitan dengan ramalan oleh suku maya ataupun paranormal yang menyesatkan, apa yang akan terjadi di masa depan merupakan perkara ghaib, sedangkan ilmu ghaib tidak ada satupun makhluk yang memilikinya melainkan hanya Allah Ta’ala, ini adalah salah satu pokok dari keimanan yang harus dimiliki dan diyakini oleh setiap hambanya.
Maka termasuk kesyirikan apabila
1. Mengaku mengetahui ilmu ghaib
2. Mempercayai seseorang yang mempunyai ilmu ghaib selain Allah SWT (seperti pergi ke tempat perdukunan)
Seperti yang di tegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: "Usirlah Lut beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih".(QS.An-Naml:65)

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (QS.Al-An’am:59)

semoga sebagai seorang muslim sejati kita tidak mudah cepat percaya dengan ramalan-ramalan yang sudah jelas merupakan perbuatan dosa
Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah rodhiallohu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat”. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Alloh ‘azza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Alloh). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”)
Dari Ibunda kaum mu’minin, Ummu Abdillah ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata: ”Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.”
Dari keterangan hadist diatas sudah jelas dikatakan bahwa mengada-ada sesuatu yang baru dalam urusan agama maka amalan tersebut tertolak, dan Rasulullah SAW sendiri telah mengatakan dengan jelas bahwa kita semua harus memegang kuat sunnahnya dengan gigi geraham dan menjauhi ajaran-ajaran yang baru dalam agama karena semua bid’ah adalah sesat, tetapi sudahkah kita melaksanakan perintah tersebut?
Oleh karena itu sebisa mungkin setelah kita mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut sebaiknya kita menjauhi ajaran-ajaran baru mengenai agama yang menyesatkan, dan janganlah meniru kebiasaan kaum lain, tiru Berpegangah pada sunnah Rasul dan khulafaur rasyidin

Jumlah hari yang ada tujuh itu, dalam bahasa Arab, nama-nama hari-nya disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, sampai tujuh, yakni ahad, itsnain, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini, sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari keenam disebut secara khusus: Jum’at, sebab itu-lah penamaan yang diberi-kan Allah di dalam Al-Qur’an, yang menunjuk-kan ada-nya kewajiban shalat Jum’at berjamaah.

Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yang berarti hari Tuhan. Ini berdasar-kan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi, orang Islam tidak mempercayai hal itu (berbeda agama maka beda pula cerita yang dicerita-kan agama masing-masing), sehingga lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”.
Pohon gharqad adalah pohon yang melindungi(Yahudi)saat dikejar-kejar pasukan/orang muslim menjelang akhir zaman.

Yahudi sejak lama mengetahui keutamaan pohon Gharqad dan tentu saja mereka juga tahu tentang perang besar menjelang akhir zaman. Oleh karena itulah dipersiapkan apa-apa yang kiranya bermanfaat bagi mereka.

Dr. Muhammad Al-Arifi (Saudi) beberapa waktu lalu juga mengatakan bahwa orang-orang Yahudi saat ini sedang sibuk menanam pohon gharqad di sekeliling rumah mereka. seakan-akan pohon tersebut menjadi benteng kokoh yang melindungi rumah dan keluarga. Video di bawah ini adalah penyataan Dr. Al-Arifi tentang penanaman pohon gharqad di tanah Yahudi.

Setelah googling mencari keterangan-keterangan seputar pohon kesayangan Yahudi ini, ternyata bentuknya cukup kokoh. Batangnya yang besar serta daun-daunnya yang rimbun.
Dan yang menarik, ada sebuah proyek Yahudi bertajuk Trees for the holyland. Mereka membuka sebuah website mengenai proyek ini di http://www.treesfortheholyland.com/
Beberapa foto di website tersebut menampilkan deskripsi dan foto yang cirinya persis dengan pohon gharqad. Bahkan mereka melayani pembelian pohon untuk ditanam di tanah Yahudi. Tentu saja… hanya untuk ditanam di tanah Yahudi, (tidak untuk ditanam di tempat lain) karena pohon gharqad tidak dapat tumbuh di luar tanah Yahudi. Tetapi, bisa saja dugaanku salah (terutama tentang misi website tersebut, karena mereka menyebutkan jenis-jenis pohon yang akan ditanam yaitu olives, pines, cypress, tamarisk, acacia, dan carob).

Itulah pertanda ketakutan kaum yahudi dengan kita!
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam amat keras mamperingatkan masalah tersebut. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)


“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi jinabat”(HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)